PLTS Atap Tersendat Birokrasi

Reporter

Praktik individu dan industri memakai energi solar melalui pemakaian PLTS atap terganjal kewajiban menyambungkan listrik PLTS atap dengan jaringan setrum PLN.

TEMPO.CO, Jakarta - Kita sepakat bahwa cara terbaik melawan krisis iklim adalah dengan menurunkan emisi karbon dan mencegah gas rumah kaca. Caranya dengan mengurangi pemakaian energi fosil dengan berpindah pada energi baru dan terbarukan. Salah satu energi terbarukan yang sedang dikembangkan di Indonesia adalah energi solar atau energi matahari.

Masyarakat dan industri sudah paham siklus ini. Mereka juga setuju dengan postulat penyebab krisis iklim. Karena itu ada gairah dari individu dan industri memakai energi solar melalui pemakaian Pembangkit Listrik Tenaga Solar (PLTS) atap. Selain sumbernya melimpah produsen PLTS atap juga bisa menjualnya ke PLN dengan kompensasi pengurangan tagihan setrum

Sepintas skema ini menjanjikan. Praktiknya tak semulus itu. Pangkalnya adalah sistem on-grid atau kewajiban menyambungkan listrik PLTS atap dengan jaringan setrum PLN. Dengan kewajiban ini, pemakai PLTS atap mesti mendapat izin PLN untuk pemakaiannya. Juga ada klausul investasi maksimal bagi PLTS atap dan durasi pemakaian listrik PLTS atap. Akibatnya, izin tak keluar, investasi sudah berjalan.

Biang keladinya adalah kelebihan pasokan listrik PLN. Proyek 35.000 megawatt dengan memasukkan pemasok listrik swasta membuat PLN kelebihan cadangan listrik. Pertumbuhan pasokan tak diimbangi dengan kenaikan jumlah pelanggan. Akibatnya, alih-alih gembira dengan gairah pemakaian energi terbarukan, akan membuat PLN inefisien.

Birokrasi dan problem salah urus memang jadi hambatan terbesar inovasi-inovasi baru ketika kita hendak turut serta mencegah krisis iklim. Kita sudah berjanji menurunkan emisi 29 persen dengan usaha sendiri kepada PBB di depan 197 negara dalam Konferensi Iklim. Janji itu rupanya terbentur pada banyak kebijakan dan masalah di dalam negeri. Birokrasi tak selalu merespons gairah dan tren baru di masyarakat, yang sebetulnya menyokong kebijakan negara.

Kisruh ini kami sajikan di edisi ini. Apa saja hambatan penggunaan PLTS atap dan cerita manfaat dari mereka yang sudah menggunakannya.

Selamat membaca

Fery Firmansyah

Redaktur Utama

OPINI

EBT Belum Sinkron

Kebijakan pemerintah beralih ke energi baru dan terbarukan belum sinkron. Problemnya ada di peraturan.

Kunci Birokrasi

Mengapa PLN memperumit izin pemakaian PLTS atap yang sejalan dengan kebijakan transisi energi?

PLTS Atap Lebih Hemat

Cerita para pengguna PLTS atap sejak investasi hingga pelbagai manfaat memakai energi terbarukan.

SINYAL PASAR

Pilihan Rumit Bank Sentral

Dilema Bank Indonesia setelah Bank Sentral Amerika Serikat menurunkan suku bunga: mengerem inflasi atau memperlambat pertumbuhan ekonomi.






Rekomendasi Berita

    Berita tidak ada

Lebih Terjangkau, Begini Cara Hitung Biaya Investasi PLTS Atap Bagi Pengembang

30 hari lalu

Lebih Terjangkau, Begini Cara Hitung Biaya Investasi PLTS Atap Bagi Pengembang

PLN membeberkan cara perhitungan biaya investasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap atau PLTS Atap bagi pengembang properti.


PLN Ungkap Hitungan Investasi PLTS Atap dan Tipsnya bagi Pengembang

32 hari lalu

PLN Ungkap Hitungan Investasi PLTS Atap dan Tipsnya bagi Pengembang

PLN (Persero) menerangkan cara perhitungan biaya investasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap.


PLN Investasikan Rp 227,75 Miliar demi G20 Tanpa Listrik Padam

34 hari lalu

PLN Investasikan Rp 227,75 Miliar demi G20 Tanpa Listrik Padam

PT PLN (Persero) menanamkan modal sebesar Rp227,75 miliar unutk memastikan acara puncak G20 terselenggara tanpa ada pemadaman listrik.


Terpopuler Bisnis: Biaya Pemasangan PLTS Atap, Lowongan Kerja Google

56 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Biaya Pemasangan PLTS Atap, Lowongan Kerja Google

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Senin, 9 Mei 2022 antara lain tentang biaya pemasangan PLTS Atap.


Kementerian ESDM: Biaya Pemasangan PLTS Atap Mulai Rp 14 Juta per KWP

57 hari lalu

Kementerian ESDM: Biaya Pemasangan PLTS Atap Mulai Rp 14 Juta per KWP

Kementerian ESDM menyatakan biaya pemasangan PLTS atap kini berkisar Rp14 juta sampai Rp17 juta per kilowatt peak tergantung kapasitas.


PLN Siapkan 36 Lokasi PLTS Atap Sambut KTT G20 di Bali

27 Februari 2022

PLN Siapkan 36 Lokasi PLTS Atap Sambut KTT G20 di Bali

PLN menyiapkan 36 lokasi PLTS Atap berkapasitas 869 kilowatt peak untuk mendukung perhelatan KTT G20 di Bali.


Menteri ESDM Jelaskan Peta Jalan Transisi Energi RI ke Bank Dunia

16 Februari 2022

Menteri ESDM Jelaskan Peta Jalan Transisi Energi RI ke Bank Dunia

Menteri ESDM Arifin Tasrif memaparkan peta jalan transisi energi Indonesia kepada pimpinan Bank Dunia


ESDM Terbitkan Aturan PLTS Atap, Potensi Investasi Capai Rp 63 Triliun

23 Januari 2022

ESDM Terbitkan Aturan PLTS Atap, Potensi Investasi Capai Rp 63 Triliun

Kementerian ESDM menyebutkan pembangunan fisik PLTS Atap ini berpotensi meningkatkan investasi sebesar Rp 45-63,7 triliun.


ESDM Pastikan Regulasi PLTS Atap Berlaku Lagi usai Dibekukan Sementara

22 Januari 2022

ESDM Pastikan Regulasi PLTS Atap Berlaku Lagi usai Dibekukan Sementara

ESDM pastikan beleid soal PLTS Atap berlaku lagi setelah sempat dibekukan sementara untuk dibahas ulang.


ESDM Rilis Aturan Baru soal PLTS Atap, Berikut 7 Poin Pokok

21 Januari 2022

ESDM Rilis Aturan Baru soal PLTS Atap, Berikut 7 Poin Pokok

Peraturan ESDM Nomor 26 Tahun 2021 tentang PLTS atap yang terhubung pada jaringan tenaga listrik pemegang izin usaha