Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

CekFakta #203 Akun Centang Biru Berbayar Sebar Hoaks, Masih Bisakah Dipercaya?

image-gnews
Contoh keberadaan label centang abu-abu untuk menandakan sebuah akun di Twitter itu 'Official' atau 'Resmi' di luar akun yang berlangganan Twitter Blue atau centang biru. Foto : Twitter
Contoh keberadaan label centang abu-abu untuk menandakan sebuah akun di Twitter itu 'Official' atau 'Resmi' di luar akun yang berlangganan Twitter Blue atau centang biru. Foto : Twitter
Iklan

Newsletter Cek Fakta Tempo #203 (CMS)

___________________________________________________________________________

Halo, pembaca nawala Cek Fakta Tempo!

Pada media sosial, tanda centang biru identik dengan kredibilitas suatu akun. Tanda ini, awalnya, bisa kita temukan pada akun tokoh publik, selebriti, atau pejabat yang sudah melewati proses verifikasi.

Namun kini, siapapun bisa mendapatkan tanda centang biru hanya dengan membayar USD 8 atau sekitar Rp 120.000 per bulan. Analisis membuktikan hoaks menyebar lebih banyak melalui akun centang biru berbayar ini. Masih layakkah kita percaya?

Apakah Anda menerima nawala ini dari teman dan bukan dari e-mail Tempo? Daftarkan surel di sini untuk berlangganan.

Bagian ini ditulis oleh Artika Rachmi Farmita dari Tim Cek Fakta Tempo

Akun Centang Biru Berbayar Sebar Hoaks, Masih Bisakah Dipercaya?

Sempat menuai protes warganet dan pakar, Twitter tetap memuluskan peluncuran lencana atau centang biru berlangganan. Selain Amerika Serikat, Twitter Blue ini sudah bisa dinikmati penggunanya di Brazil, India, dan Indonesia sebagai pangsa pasar terbesar mereka.Tak hanya Twitter, pada 17 Maret silam Meta juga mengumumkan layanan serupa, Meta Verified, bagi pengguna yang ingin mendapatkan verifikasi biru dengan cara membayar biaya langganan per bulan. Layanan ini masih dalam tahap uji coba di dua negara saja, yakni Australia dan Selandia Baru.

Sayangnya, kekhawatiran para pakar mengenai risiko centang biru berbayar menyebar hoaks ini mulai terbukti. NewsGuard menganalisis aktivitas 25 akun penyebar informasi salah yang “diverifikasi” oleh Twitter Blue antara 1 Maret dan 7 Maret 2023. Masing-masing dari 25 akun yang dianalisis oleh NewsGuard, punya setidaknya 50.000 pengikut dan berafiliasi dengan situs web yang kerap menyebarkan narasi bohong berdasarkan basis Misinformations Fingerprint milik NewsGuard.

Ke-25 akun itu secara kumulatif mengunggah 141 cuitan (tweet asli dan kutipan) yang berisi klaim palsu, menyesatkan, dan tidak berdasar. Sebagian besar dalam bahasa Inggris, beberapa juga mencuit dalam bahasa Prancis. Dampaknya pun terbilang masif, karena dilihat 27 juta kali oleh pengguna lain dan menerima lebih dari 760.000 suka dan retweet. 

Hoaks yang paling umum disebarkan oleh akun centang biru berbayar itu adalah coronavirus disease 2019 (Covid-19). Misalnya, klaim bahwa vaksin Covid-19 berbahaya atau menyebabkan kematian massal, AIDS, stroke, lahir mati, atau cedera lainnya. 

Topik hoaks lainnya adalah politik Amerika Serikat dan perang Rusia-Ukraina. Di antara 25 akun yang dianalisis oleh NewsGuard, ada akun The Grayzone (@TheGrayzoneNews), yang menyebarkan informasi palsu tentang perang Rusia-Ukraina dan serangan kimia Suriah.

Jika dahulu Anda biasa mengandalkan tanda lencana atau centang biru sebagai simbol keaslian dan kredibilitas seseorang, sekarang saatnya meningkatkan kehati-hatian. Bisa jadi, mereka sengaja memanfaatkan langganan berbayar untuk menebar kebohongan.

Bagian ini ditulis oleh Inge Klara Safitri dari Tempo Media Lab

Cek Fakta Pilihan

Benarkah Ganjar Pranowo dan I Wayan Koster Dicopot dari Jabatannya, Imbas Gagalnya Piala Dunia U-20?

Sebuah laman Facebook mengunggah video dengan narasi Ganjar Pranowo dan I Wayan Koster dicopot dari jabatannya karena menggagalkan Piala Dunia U-20. Video yang sama diunggah pula ke YouTube. Video ini berisi narasi bahwa Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Gubernur Bali, I Wayan Koster jadi target amukan netizen. Mereka dianggap sebagai penghancur mimpi anak-anak muda Indonesia yang ingin berkarir di dunia sepak bola internasional.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

| Hasil Pemeriksaan fakta

Tempo melakukan verifikasi terhadap narasi dan video tersebut dengan menggunakan Fake News Debunker by Invid, Google Image, Yandex Images, Google Translate dan pemberitaan media-media kredibel.

Baca selengkapnya

Waktunya Trivia!

Benarkah Mahfud MD Nonaktifkan 72 Anggota DPR?

Sebuah akun Facebook membagikan video dengan klaim Mahfud MD menonaktifkan 72 anggota DPR. Video serupa juga diunggah oleh akun YouTube ini. Dalam konten video itu tampak Menteri Koordinator Politik Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menko Polhukam), Mahfud MD dan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati serta sejumlah anggota legislatif. Kemudian narator video mengatakan, “Mahfud MD pernah pecat 72 anggota DPR. Pantesan saja dia gak kenal takut hajar keras DPR saat rapat dengar pendapat. Gaspol pak Menkopolhukam.”

| Bagaimana hasil pemeriksaan faktanya?

Mari kita cek faktanya!

Ada Apa Pekan Ini?

Dalam sepekan terakhir, klaim yang beredar di media sosial memiliki isu yang sangat beragam, mulai dari isu politik, sosial dan kesehatan. Buka tautannya ke kanal Cek Fakta Tempo.co untuk membaca hasil periksa fakta berikut:

Kenal seseorang yang tertarik dengan isu disinformasi? Teruskan nawala ini ke surel mereka. Punya kritik, saran, atau sekadar ingin bertukar gagasan? Layangkan ke sini. Ingin mengecek fakta dari informasi atau klaim yang anda terima? Hubungi ChatBot kami.

Ikuti kami di media sosial:

Facebook

Twitter

Instagram

Telegram

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Makin Mirip Instagram, Pengguna WhatsApp Bisa Tandai Teman Saat Unggah Status

9 jam lalu

Logo WhatsApp pada layar ponsel. (thenextweb.com)
Makin Mirip Instagram, Pengguna WhatsApp Bisa Tandai Teman Saat Unggah Status

WhatsApp menyediakan fitur mentions untuk menandai pengguna lain dalam status. Layanan yang mirip tag dalam feed dan stories Instagram.


Meta Tingkatkan Keamanan Akun Remaja di Bawah 18 Tahun

19 jam lalu

Ilustrasi Logo Meta. REUTERS/Dado Ruvic
Meta Tingkatkan Keamanan Akun Remaja di Bawah 18 Tahun

Peraturan baru dari Meta tentang peningkatan keamanan pada akun remaja menjadi sorotan. Bagaimana faktanya?


Diblokir Meta, Media RT dari Rusia Buka Suara

3 hari lalu

Ilustrasi logo Meta. (REUTERS/DADO RUVIC)
Diblokir Meta, Media RT dari Rusia Buka Suara

RT menyebut pemblokiran oleh Meta ini sebagai hal yang 'lucu'.


Meta Memblokir Media-media dari Rusia

3 hari lalu

Ilustrasi Logo Meta. REUTERS/Dado Ruvic
Meta Memblokir Media-media dari Rusia

Media-media asal Rusia beberapa hari ke depan tak bisa lagi menggunakan media sosial milik Meta


Cara Membatasi Komentar di Media Sosial X

4 hari lalu

Logo baru Twitter. REUTERS/Clodagh Kilcoyne
Cara Membatasi Komentar di Media Sosial X

Berikut cara membatasi komentar di media sosial X.


Begini Cara Meta Akan Bikin WhatsApp dan Messenger Bisa Saling Chat

10 hari lalu

Tampilan di Whatsapp dan Messenger untuk kemampuan keduanya untuk bisa saling bertukar pesan. Dok.Meta
Begini Cara Meta Akan Bikin WhatsApp dan Messenger Bisa Saling Chat

Meta mengumumkan terobosan itu, membuat WhatsApp dan Messenger yang bersifat interoperabel, mengikuti ketentuan Digital Market Act di Uni Eropa.


1.000 Tayangan Reels Facebook Berapa Rupiah? Ini Informasinya

10 hari lalu

Cara download video Facebook di HP bisa dilakukan dengan mudah tanpa aplikasi. Anda hanya tinggal mengcopy tautan video Facebook.  Foto: Canva
1.000 Tayangan Reels Facebook Berapa Rupiah? Ini Informasinya

Bagi seorang konten kreator, penting mengetahui 1.000 tayangan reels FB berapa rupiah. Hal ini bisa menjadi panduan untuk membuat konten yang bagus.


Facebook Disebut-sebut Gunakan Mikrofon Pengguna untuk Menguping Percakapan, Ada Apa?

12 hari lalu

Ilustrasi Facebook. REUTERS/Dado Ruvic
Facebook Disebut-sebut Gunakan Mikrofon Pengguna untuk Menguping Percakapan, Ada Apa?

Dokumen yang bocor mengutip pitch deck dari Cox Media Group (CMG) yang diduga sebagai salah satu mitra pemasaran Facebook.


Panel Pengawas Meta: 'From the River to the Sea" Tidak Langgar Aturan, Apa Artinya?

14 hari lalu

Facebook Inc resmi berubah nama menjadi Meta. Rebranding itu dilakukan dengan berfokus membangun 'metaverse', lingkungan virtual yang digadang-gadang bakal menjadi penerus internet seluler. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration
Panel Pengawas Meta: 'From the River to the Sea" Tidak Langgar Aturan, Apa Artinya?

Panel pengawas Meta menyatakan bahwa frasa "From the river to the sea" bukan ujaran kebencian dan tidak melanggar aturan platform tersebut.


Isi Puisi Terakhir Faisal Basri Sarat Kritik terhadap Pemerintah Berjudul Rumah Indonesia, Rumah Kita

15 hari lalu

Faisal Basri. TEMPO/M. Taufan Rengganis
Isi Puisi Terakhir Faisal Basri Sarat Kritik terhadap Pemerintah Berjudul Rumah Indonesia, Rumah Kita

Tak hanya aktif di X , Faisal Basri juga kerap menuangkan pemikirannya lewat blog pribadinya, faisalbasri.com . Simak puisi terakhirnya berikut ini.