Komidi Putar Prabowo-Jokowi

Relawan Jokowi mengajukan uji materi pasal masa jabatan presiden dan wapres ke MK. Siapa di belakang gerakan yang dianggap menerabas konstitusi dan demokrasi tersebut?

TEMPO.CO, Jakarta - Langkah sejumlah relawan menggulirkan wacana Joko Widodo sebagai calon wakil presiden, berdampingan dengan Prabowo Subianto, dalam pemilihan presiden 2024 semakin masif. Untuk memuluskan jalan itu, mereka mengajukan uji materi pasal masa jabatan presiden dan wakil presiden ke Mahkamah Konstitusi. Siapa di belakang gerakan yang dianggap menerabas konstitusi dan demokrasi tersebut?

Ekbis

Layu Sebelum Berkembang Program Kompor Listrik

Tak ada angin tak ada hujan, PT PLN tiba-tiba membatalkan program konversi LPG tabung 3 kilogram ke kompor listrik. Dalam siaran persnya, PLN hanya menyebutkan pembatalan dilakukan demi kenyamanan masyarakat. Anggota DPR menyetujui keputusan tersebut karena menilai bisnis baru PLN itu akan mengancam bisnis BUMN lain.

Gaya Hidup

Tempat Kerja Rawan Kekerasan dan Pelecehan

ILO dan Never Okay Project menggelar survei soal kekerasan dan pelecehan di dunia kerja. Hasilnya, 70,9 persen orang pernah menjadi korban. Perlu peningkatan kesadaran bersama untuk menghentikannya.

Nasional

Dua Perkara Satu Dakwaan Ferdy Sambo

Kejaksaan Agung menggabungkan dua perkara dalam satu dakwaan yang menjerat Inspektur Jenderal Ferdy Sambo. Dua perkara itu adalah kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat dan perintangan penyidikan atau obstruction of justice. Akankah kejaksaan mampu menjerat pidana Ferdy?






Rekomendasi Berita

    Berita tidak ada

Wacana Duet Prabowo-Jokowi, Gerindra: Bagi Kami Ini Kehormatan

28 September 2022

Wacana Duet Prabowo-Jokowi, Gerindra: Bagi Kami Ini Kehormatan

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menyerahkan soal gugatan Sekber Prabowo-Jokowi kepada keputusan Mahkamah Konstitusi.


Ada yang Dorong Jokowi Jadi Cawapres, Politikus PDIP: Dia Tak Gila Kekuasaan

27 September 2022

Ada yang Dorong Jokowi Jadi Cawapres, Politikus PDIP: Dia Tak Gila Kekuasaan

Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengatakan, Jokowi bukan orang yang serendah itu untuk serta-merta menerima jika diajukan sebagai calon wakil presiden.