Prahara ACT

Reporter

Editor

Nur Haryanto


NASIONAL
5 Juli 2022

Prahara ACT

Ada seloroh di dalam Yayasan Aksi Cepat Tanggap: di mana ada bencana, di situ ada ACT. Ini lembaga pengumpul donasi besar di Indonesia. Seloroh itu menunjukkan ACT ada di mana-mana, termasuk iklan-iklan yang meruyak di pelbagai platform. Dari mana anggaran promosi besar ini?

Ini pertanyaan yang sudah lama mengusik redaksi Tempo. Pertanyaan ini mendapat jawaban ketika pada November tahun lalu kami bertemu seseorang yang bercerita santunan Boeing untuk penumpang Lion JT-610 jurusan Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di Laut Jawa pada 29 Oktober 2018 belum seluruhnya tersalurkan. 

Pengadilan Amerika Serikat memerintahkan Boeing memberikan santunan sebesar Rp 135 miliar. Para keluarga korban sepakat menunjuk ACT sebagai penyalur santunan Boeing itu. Mereka juga sepakat uangnya dipakai membangun 91 sekolah.

Kami menugaskan Agung Sedayu, penulis di desk Nasional, untuk menelisik lebih jauh informasi itu. Kami terkejut bahwa ada banyak informasi dan cerita orang dalam ACT bahwa pengelolaan keuangan lembaga ini tidak pruden. Ongkos operasional terlalu besar dengan pos gaji dan fasilitas untuk para petinggi ACT yang fantastis.

Ini salah satu sebab saja. Ada informasi bahkan uang donasi dipakai untuk fasilitas-fasilitas pribadi dan keluarga petinggi ACT. Pada Januari tahun ini informasi makin banyak dan para narasumber memastikan ACT sedang krisis, sementara banyak donasi publik belum tersalurkan. Puncaknya, pendiri ACT, Ahyudin, mundur dari ACT setelah 17 tahun. Ia membuat lembaga donasi baru. Tapi ada yang mengatakan Ahyudin sebenarnya dipaksa mundur karena dianggap membuat lembaga ini hampir karam.

Masalahnya, bagaimana membuktikan penyelewengan itu? Kami hanya mendapat cerita, belum bukti kuat. Misalnya, transfer-transfer ganjil dari yayasan dan unit bisnis ACT untuk keperluan di luar penyaluran donasi. Hingga Juni 2022, awak Nasional tak kunjung bisa mempresentasikan bukti-bukti di depan rapat dewan redaksi. Peserta rapat menolak liputan ini turun jika hanya cerita-cerita belaka, betapa pun cerita-cerita mendapat konfirmasi dari puluhan narasumber.

Selalu ada jalan untuk niat baik. Seorang informan bersedia membuka ruang tertutup laporan keuangan ACT. Kami harus meyakinkannya dalam tiga kali pertemuan sebelum ia percaya Tempo hanya memakai dokumen itu untuk kepentingan publik, yakni transparansi soal pemakaian uang sumbangan masyarakat.

Tugas belum selesai. Bagaimana pun dokumen adalah dokumen. Kami harus memverifikasikannya untuk tahu apakah dokumen pelbagai transfer itu benar sebagai bukti penyalahgunaan sumbangan di ACT. Sebab, jumlahnya fantastis karena dana yang dikelola lembaga ini memang besar: Rp 540 miliar per tahun. Sementara jumlah potongan untuk tiap donasi besar juga: ada yang hampir 40 persen.

Semakin dalam memverifikasi, semakin banyak dokumen yang kami dapatkan. Biaya operasional dan gaya hidup mewah para petinggi ACT itu yang ditengarai membuat penyaluran donasi mangkrak. Kami terjunkan tim ke lapangan untuk membuktikan sejumlah bantuan melalui ACT tersendat. Ada Yogya, Tasikmalaya, Blora, hingga ke Lombok.

Hasilnya bisa Anda simak di edisi ini. Selamat membaca.

Stefanus Pramono
Redaktur Pelaksana

Aksi Cepat Tanggap Cuan
Pendiri dan petinggi ACT diduga menikmati donasi publik. Bagaimana modus mereka?

Manis Narasi Bocor Donasi
Sejumlah kampanye pengumpulan donasi ACT tidak sesuai fakta. Pemotongan donasi pun terlalu tinggi.

Ada Bencana Ada ACT
Para relawan ACT berjibaku di banyak bencana. Memiliki kantor perwakilan hingga ke Palestina.

Kami Tidak Mengambil Hak Masyarakat
Wawancara dengan Presiden ACT Ibnu Khajar. Ia menjelaskan soal dugaan korupsi dan krisis keuangan di ACT.

Saya Dikambinghitamkan
Wawancara dengan pendiri ACT, Ahyudin. Mantan Presiden ACT ini membenarkan bergaji tinggi.

OPINI
Ironi Pengumpul Donasi Masyarakat
Regulasi yang mengatur kutipan pemberian sumbangan di Indonesia masih lemah. Membuka celah bagi lembaga seperti ACT untuk berakrobat keuangan.

HUKUM

Seteru Kawan Lama Tanah Bumbu
Mardani H. Maming menjadi tersangka suap peralihan perizinan tambang batu bara. Apa peran Haji Isam?

Gelimang Maming Asal Batulicin
Profil Mardani H. Maming. Moncer sebagai politikus dan pengusaha.

Lobi Menyetop Laju Besel
Mardani H. Maming melobi sejumlah tokoh untuk menyelesaikan perseteruan dengan Haji Isam. Benarkah melibatkan Kapolri?

OPINI
Hukum Rimba di KPK
KPK ditengarai telah menjadi alat politik. Mendorong negeri ini mundur ke zaman purba.






Rekomendasi Berita

    Berita tidak ada

Polri Sebut Dana Sosial Boeing yang Diduga Diselewengkan ACT Jadi Rp 107,3 Miliar

2 hari lalu

Polri Sebut Dana Sosial Boeing yang Diduga Diselewengkan ACT Jadi Rp 107,3 Miliar

Polri mencatat dana sosial Boeing yang diselewengkan ACT menjadi Rp 107,3 miliar. Jumlah tersebut bertambah dari yang diumumkan sebelumnya.


ACT Selewengkan Rp68 Miliar Dana Bantuan Boeing untuk Korban Lion Air JT610, Ini Rinciannya

6 hari lalu

ACT Selewengkan Rp68 Miliar Dana Bantuan Boeing untuk Korban Lion Air JT610, Ini Rinciannya

Perjanjian dengan Koperasi Syariah 212 itu adalah upaya ACT untuk mengalihkan dana sumbangan dari Boeing di luar peruntukkannya.


ACT Kelola Rp 1,7 Triliun Dana Masyarakat, PPATK: Lebih dari 50 Persen Mengalir ke Yayasan Pribadi

6 hari lalu

ACT Kelola Rp 1,7 Triliun Dana Masyarakat, PPATK: Lebih dari 50 Persen Mengalir ke Yayasan Pribadi

PPATK menyatakan lebih dari 50 persen dana yang dikelola ACT diselewengkan. Mengalir ke yayasan pribadi milik para petingginya.


PPATK Blokir Rekening Koperasi Syariah 212 karena Diduga Terima Aliran Dana ACT

6 hari lalu

PPATK Blokir Rekening Koperasi Syariah 212 karena Diduga Terima Aliran Dana ACT

Polisi menyebut ada dana Rp10 miliar dari lembaga ACT yang mengalir ke Koperasi Syariah 212. Disalurkan melalui perjanjian kerja sama.


PPATK dan Kemensos Bentuk Satgas Tangani 176 Lembaga Filantropi Bermodus Serupa ACT

6 hari lalu

PPATK dan Kemensos Bentuk Satgas Tangani 176 Lembaga Filantropi Bermodus Serupa ACT

Risma menerangkan, pihaknya memerintahkan jajarannya untuk menyelidiki lebih dalam temuan PPATK tersebut.


PPATK Temukan 176 Yayasan Filantropi Mirip ACT yang Selewengkan Uang Sumbangan

6 hari lalu

PPATK Temukan 176 Yayasan Filantropi Mirip ACT yang Selewengkan Uang Sumbangan

PPATK menduga 176 yayasan filantropi melakukan penyelewengan dana seperti ACT.


Polri Ungkap ACT Selewengkan Dana Sosial Boeing Rp 68 Miliar

7 hari lalu

Polri Ungkap ACT Selewengkan Dana Sosial Boeing Rp 68 Miliar

Penyidik Bareskrim Polri menemukan adanya data penyalahgunaan dana sosial dari Bpeing oleh ACT. Nilainya cukup besar.


Koperasi Syariah 212 Disebut Terima Dana ACT, Begini Aturan Pendirian Koperasi di Indonesia

10 hari lalu

Koperasi Syariah 212 Disebut Terima Dana ACT, Begini Aturan Pendirian Koperasi di Indonesia

Nama Koperasi Syariah 212 belakangan ramai diperbincangkan sebagai salah satu penerima aliran dana yang diselewengkan oleh para pengurus ACT.


4 Fakta Koperasi Syariah 212 Terima Dana dari ACT

10 hari lalu

4 Fakta Koperasi Syariah 212 Terima Dana dari ACT

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menyebut ada aliran dana ACT ke Koperasi Syariah 212. Seperti apa faktanya?


Wasekjen PBNU Minta Polri Ungkap Aliran dana di Kasus ACT

11 hari lalu

Wasekjen PBNU Minta Polri Ungkap Aliran dana di Kasus ACT

Wasekjen PBNU Rahmat Hidayat Pulungan meminta aparat penegak hukum agar tidak ragu dalam mengusut aliran dana ACT ke pihak lain