Serbuan Belalang Sumba di NTT

Sejak awal tahun ini, Pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur diserbu belalang kembara (Locusta migratoria manilensis). Populasi belalang kembara meledak dan melahap daun dan batang padi serta jagung sehingga menggagalkan panen.

TEMPO.CO, Jakarta - Sejak awal tahun ini, Pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur diserbu belalang kembara (Locusta migratoria manilensis). Populasi belalang kembara meledak dan melahap daun dan batang padi serta jagung sehingga menggagalkan panen. Di Sumba Timur lebih dari 480 hektare padi dan 2.770 hektare jagung di 22 kecamatan luluh lantak diinvasi pasukan belalang.

Belalang kembara kemudian bergerak ke barat, menyerbu tiga kabupaten lainnya di Pulau Sumba. Di Sumba Tengah, mereka tak pandang bulu menggasak padi program food estate. Petani merugi Rp 5-10 juta karena biaya merawat padi yang ludes dimakan belalang. Di kabupaten lainnya, petani telah panen, namun tetap merugi karena belalang juga memakan tanaman padi yang baru ditanam.

Ada banyak faktor yang mendorong ledakan populasi belalang kembara. Salah satunya perubahan pola cuaca akibat krisis iklim. Fenomena La Niña di tahun ini membuat musim hujan menjadi lebih panjang yang membuat waktu pembesaran populasi belalang ikut panjang. La Niña juga mengakibatkan hujan turun lebih awal di Sumba, yaitu Oktober 2021, dengan intensitas cukup tinggi.

Pembukaan hutan menjadi ladang terbuka untuk perkebunan tebu dan tanaman padi melalui program food estate juga memperburuk serangan belalang. Tanaman tebu dan padi merupakan makanan favorit belalang kembara. Tersediannya pakan yang melimpah ini membuat belalang bereproduksi dengan cepat.

Kondisi ekosistem turut mempengaruhi ledakan populasi belalang kembara. Populasi beberapa burung pemangsa belalang yang makin jarang, salah satunya spesies branjangan Sumba akibat perburuan burung kicau dan kehilangan habitat. Padahal, branjangan Sumba adalah predator alami yang dapat mengurangi jumlah belalang dewasa karena dimangsa ketika masih dalam bentuk nimfa.

Seperti telur dan ayam, hama muncul akibat krisis iklim. Krisis iklim terjadi karena ulah manusia. Siklus ini adalah hukum alam jika ekosistem tak seimbang. Mana yang harus diperbaiki lebih dulu? Kami mengulas cara-cara sains mencegah hama. Selamat membaca.

Dody Hidayat

Redaktur Pelaksana

LINGKUNGAN

 Serbuan Si Kembara yang Rakus

Serangan belalang kembara meluas ke seluruh kabupaten di Pulau Sumba. Keseimbangan ekosistem menjadi kunci pengendalian dan pencegahan.

Dibayang-bayangi Perburuan Liar

Branjangan Sumba diburu karena kicaunya yang merdu dan dapat meniru suara burung lain. Predator alamiah belalang kembara menjelang punah.

https://majalah.tempo.co/read/lingkungan/166031/branjangan-sumba-predator-alamiah-belalang-kembara-menjelang-punah

OPINI

Burung Diburu, Belalang Menyerbu

Bagaimana mencegah hama yang ramah ligkungan?

OLAHRAGA

Debut Putri Renang Gaya Punggung

Flairene Candrea Wonomiharjo meraih medali emas lomba renang 100 meter gaya punggung putri SEA Games 2021 Vietnam. Turnamen internasional pertamanya.






Rekomendasi Berita

    Berita tidak ada

Kecelakaan Laut, Pemda NTT Segera Tertibkan Kapal Wisata di Labuan Bajo

7 jam lalu

Kecelakaan Laut, Pemda NTT Segera Tertibkan Kapal Wisata di Labuan Bajo

Kapal-kapal wisata yang tidak memiliki izin operasi di Labuan Bajo akan dilarang mengangkut turis yang datang ke Labuan Bajo.


Kota Kupang Dirikan SPKLU untuk Dorong Kendaraan Listrik

2 hari lalu

Kota Kupang Dirikan SPKLU untuk Dorong Kendaraan Listrik

PT PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur dilaporkan mendirikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kota Kupang.


DPR Sahkan RUU Lima Provinsi: Sumbar, Riau, Jambi, NTT, dan NTB

5 hari lalu

DPR Sahkan RUU Lima Provinsi: Sumbar, Riau, Jambi, NTT, dan NTB

DPR) RI mengesahkan Rancangan Undang-undang 5 provinsi, yakni RUU tentang Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Riau, Jambi, NTB dan NTT


Ingin ke Taman Nasional Komodo? Siap Rogoh Kocek karena Harga Tiket Rp 3, 75 Juta Per 1 Agustus 2022

6 hari lalu

Ingin ke Taman Nasional Komodo? Siap Rogoh Kocek karena Harga Tiket Rp 3, 75 Juta Per 1 Agustus 2022

Taman Nasional Komodo akan memberlakukan harga tiket masuk terbaru yakni Rp 3,75 juta per orang mulai 1 Agustus 2022. Ini alasannya.


5 Bahasa Daerah di NTT Bakal Direvitalisasi

7 hari lalu

5 Bahasa Daerah di NTT Bakal Direvitalisasi

Kementerian Pendidikan bakal merevitalisasi 5 bahasa daerah di NTT.


Serikat Buruh Migran Kritik Putusan Bebas Majikan Adelina Lisao

10 hari lalu

Serikat Buruh Migran Kritik Putusan Bebas Majikan Adelina Lisao

Majikan Adelina Lisao yang diputus bebas ditanggapi SBMI. SBMI menilai itu akibat minimnya koordinasi perwakilan RI dengan Jaksa.


BMKG Keluarkan Peringatan Dini Karhutla di NTT

13 hari lalu

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Karhutla di NTT

Sejumlah daerah dengan kategori sangat mudah terjadinya karhutla di antaranya, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan.


Pertamina: Enam Wilayah di NTT Belum Terapkan BBM Satu Harga

27 hari lalu

Pertamina: Enam Wilayah di NTT Belum Terapkan BBM Satu Harga

Sebanyak enam wilayah di dua kabupaten yang berbatasan dengan Timor Leste, Belu dan Malaka hingga kini belum menerapkan BBM satu harga.


Proses Pembayaran Lahan di Bendungan Temef NTT Terhambat, Ini Penyebabnya

29 hari lalu

Proses Pembayaran Lahan di Bendungan Temef NTT Terhambat, Ini Penyebabnya

DPRD meminta masyarakat terdampak proyek Bendungan Temef di NTT tetap tenang dan menjaga agar situasi kondusif.


Jokowi Akan Perluas Lahan Sorgum di NTT untuk Kurangi Impor Gandum

33 hari lalu

Jokowi Akan Perluas Lahan Sorgum di NTT untuk Kurangi Impor Gandum

Jokowi berencana memperluas area lahan tanaman sorgum di NTT guna mengurangi ketergantungan impor gandum dan jagung sebagai sumber pangan.