Pengguna Toilet Umum Dibatasi 15 Menit di Shanghai, Atau...

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Toilet umum di Shanghai akan mengeluarkan peringatan kepada petugas untuk memeriksa seseorang yang menggunakan toilet umum lebih dari 15 menit.

    Shanghai membuat sekitar 150 toilet umum yang memiliki kemampuan mengeluarkan peringatan seperti ini sebagai pengembangan dari teknik robot pintar atau AI.

    Hampir di semua aspek kehidupan warga Cina sudah menggunakan AI.

    Dan terbaru adalah toilet umum yang tak hanya mampu memberikan peringatan jika digunakan lebih dari 15 menit, tapi juga memiliki sensor.

    Setiap toilet dilengkapi sensor tubuh, menggunakan sinar infra merah dan ultrasonik untuk mendeteksi orang di dalam toilet dan berapa lama orang itu duduk di dalam toilet.

    Sensor juga memonitor kualitas udara di dalam ruangan dan fitur penghemat air yang diatur levelnya berdasarkan waktu yang digunakan.

    Kehadiran toilet umum ini tidak sepenuhnya didukung warga Cina.

    Ini akan membuat malu saya," kata Liu, seorang warga Shanghai kepada South China Morning Post.

    "Sejak saya anak-anak saya menghabiskan waktu setengah jam hingga satu jam di toilet, ini artinya petugas toilet mekeriksa saya dua kali... ini membuat saya gugup," ujarnya.

    Frank Lin, 22 tahun, warga Shanghai yang mendukung toilet publik ini. Mereka memuji ide memberitahukan kepada petugas jika pengguna memakai toilet lebih dari 15 menit.

    "Saya pikir ini Ok namun mungkin bukan ide baik membaca nivel di dalam toilet," ujarnya.

    Selain Shangahi, Beijing, Guangzhou, dan Shenzhen juga membuat toilet publik pintar. Lebih dari 700 kota di Cina telah mengajukan pembangunan infrastruktur pintar dengan teknologi AI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.